Bantul, Yogyakarta – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti kegiatan Pelatihan Membatik dan Motivasi Kewirausahaan yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Batik Musa Sewon, Bantul.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali calon guru tidak hanya dalam kompetensi pedagogik, tetapi juga keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan di era modern.

Belajar Membatik dari Nol Hingga Jadi
Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengikuti seluruh proses membatik secara langsung, mulai dari:
- Pembuatan desain atau pola batik
- Proses mencanting menggunakan malam
- Pewarnaan kain
- Pelorodan (penghilangan lilin)
- Penjemuran hingga menjadi kain batik siap pakai
Mahasiswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, bahkan banyak di antaranya berhasil menghasilkan karya batik dengan motif unik dan kreatif.
Batik: Warisan Budaya Sekaligus Peluang Usaha
Selain praktik, peserta juga mendapatkan materi tentang makna batik sebagai warisan budaya Indonesia. Batik tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga:
- Mencerminkan identitas budaya
- Menjadi media ekspresi diri
- Memiliki nilai ekonomi tinggi
- Berpotensi menjadi usaha mandiri
Hal ini menjadikan pelatihan membatik sangat relevan bagi mahasiswa sebagai bekal di masa depan.
Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Calon Guru
Pelatihan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa PPG. Dengan keterampilan membatik, mahasiswa diharapkan mampu:
- Mengembangkan usaha kreatif
- Mengintegrasikan pembelajaran berbasis budaya di sekolah
- Menjadi guru yang inovatif dan produktif
Antusiasme dan Hasil Karya Mahasiswa
Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Pada akhir sesi, mahasiswa menampilkan hasil karya batik mereka dengan berbagai motif dan warna yang menarik.
Momen ini menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan kreativitas dan keterampilan mahasiswa secara signifikan.


Melalui kegiatan pelatihan membatik ini, mahasiswa PPG UPY tidak hanya belajar tentang budaya, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam menciptakan karya bernilai ekonomi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menjadi guru yang kreatif, inovatif, serta memiliki jiwa wirausaha.